Cacar Monyet

Tiba tiba monyet kembali ramai dibicarakan, kali ini bukan tentang topeng monyet tapi tentang cacar monyet (monkey pox). Pada bulan mei 2019 ini -adalah Singapura, tetangga dekat Indonesia yang menyatakan telah menemukan kasus cacar monyet pada seorang manusia di wilayahnya untuk pertama kalinya.

Walaupun tidak seganas cacar (small pox) yang menelan korban jiwa ratusan juta nyawa pada abad ke 18 namun cacar monyet jauh lebih berbahaya dibanding cacar air yang biasa kita temui pada anak anak saat ini, karena cacar monyet bisa juga mematikan.

Human monkeypox atau sering disebut cacar monyet adalah penyakit zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia) yang disebabkan oleh virus monkeypox, pertama kali ditemukan pada tahun 1958 pada dua koloni monyet yang dipakai dalam percobaan dan karenanya diberi nama monkeypox.

Pada manusia kejadian monkeypox ditemukan pertama kali pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo yang pada saat itu sedang gencar melakukan pemberantasan penyakit small pox yang ganas. Setelah Kongo, penyakit ini juga ditemukan di beberapa negara Afrika Barat dan Afrika Tengah. Diluar Afrika penyakit ini hanya pernah dijumpai di Amerika Serikat (2003), Inggris dan Israel (2018). Dengan jarangnya kasus di luar Afrika maka wajar jika penemuan kasus monkeypox di Singapura menyita perhatian.

Seseorang dapat terinfeksi virus monkeypox melalui kontak dengan darah,cairan tubuh, lesi kulit atau mukosa hewan penderita. Sebagian besar penularan ke manusia adalah melalui hewan liar seperti tikus dan primata (kera). Walaupun belum pernah dilaporkan ada, namun penularan dari manusia ke manusia merupakan hal yang perlu diwaspadai.

Gejala monkeypox serupa dengan penyakit ruam lainnya seperti: cacar, cacar air , campak, kudis, infeksi bakteri pada kulit yaitu demam, pusing, nyeri otot dan kelelahan. Masa inkubasi (waktu antara infeksi virus dan munculnya gejala klinis) virus ini biasanya berkisar antara 7-14 hari namun bisa melebar sampai 5-21 hari. Setelah 1-3 hari munculnya gejala, penderita mulai menunjukkan lesi lesi pada kulit wajah dan kemudian meluas keseluruh tubuh.

Karena gejala yang mirip mirip dengan penyakit lainnya, maka peneguhan diagnosa monkeypox hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium yang khusus.

Penyakit monkeypox biasanya berlangsung 2 – 4 minggu, di Afrika satu dari sepuluh penderita monkeypox akhirnya meninggal.

Pada saat ini belum ada belum ada terapi yang efektif dan aman terhadap infeksi virus monkeypox namun untuk kepentingan pencegahan vaksin terhadap small pox (cacar ) dapat digunakan..

Lalu kita di Indonesia harus bagaimana?

Tidak perlu panik berlebihan apalagi jika anda orang seperti saya yang bukan traveller antar negara karena sampai saat ini belum ada laporan temuan kasus cacar monyet di Indonesia. Biasakan pola hidup bersih dan sehat dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan mandi yang bersih setelah bepergian serta hanya makan daging sehat yang sudah dimasak dengan baik. Kementrian Kesehatan RI sendiri menyarankan : jika anda baru pulang dari negara terjangkit untuk segera memeriksakan diri.

Sumber: WHO, CDC,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.